Tenawahang – Kepala Desa Tenawahang, Bernadus Belawa Sogen, mengembangkan model usaha pertanian terpadu dengan mengintegrasikan budidaya tanaman jagung dan peternakan ayam. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Pada lahan yang dikelolanya, tanaman jagung tumbuh berdampingan dengan aktivitas peternakan ayam. Konsep integrasi ini memanfaatkan hubungan saling mendukung antara sektor pertanian dan peternakan. Hasil panen jagung dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak, sementara kotoran ayam dapat diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan lahan pertanian.
Menurut Bernadus Belawa Sogen, penggabungan kedua usaha tersebut memberikan keuntungan karena mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Selain mengurangi biaya produksi, sistem ini juga membantu meningkatkan efisiensi usaha tani yang dijalankan.
Pertanian dan peternakan sebenarnya bisa saling mendukung. Jagung dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan, sedangkan limbah ternak bisa digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Dengan cara ini, pemanfaatan lahan menjadi lebih maksimal, ujarnya.
Usaha yang dikembangkan tersebut juga menjadi contoh bagi masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi usaha di sektor pertanian. Dengan memiliki lebih dari satu sumber pendapatan, petani dapat mengurangi risiko kerugian apabila salah satu komoditas mengalami penurunan hasil atau harga.
Selain menghasilkan jagung sebagai komoditas utama, keberadaan peternakan ayam memberikan tambahan pendapatan melalui penjualan ayam maupun hasil ternak lainnya. Sistem ini dinilai lebih adaptif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi petani dan peternak di daerah pedesaan.
Sejumlah warga yang melihat pengembangan usaha tersebut mengaku tertarik untuk menerapkan pola serupa. Mereka menilai integrasi pertanian dan peternakan dapat menjadi alternatif yang menjanjikan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa pengembangan usaha terpadu seperti ini sejalan dengan potensi Desa Tenawahang yang memiliki lahan pertanian cukup luas dan masyarakat yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian.
Model usaha seperti ini layak dikembangkan karena memanfaatkan potensi yang ada di desa. Selain meningkatkan hasil usaha, juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi petani lainnya, katanya.
Bernadus berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan usaha pertanian. Menurutnya, kemajuan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada kemampuan mengelola sumber daya secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui integrasi usaha tanam jagung dan ternak ayam, Kepala Desa Tenawahang menunjukkan bahwa pertanian modern dapat dibangun dari konsep sederhana yang memanfaatkan keterkaitan antara berbagai sektor produksi. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal.
