Info&tanya jawab

Sabtu, 21 September 2019

Jadikan Bahan Percontohan, Petani Tenawahang Tinjau Usahatani Sayur di Watowiti

Foto:  Cendana Open
Tiwatobi – Sejumlah petani dari Desa Tenawahang melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Watowiti, Desa Tiwatobi, untuk meninjau langsung pengembangan usahatani sayuran yang selama ini dikenal cukup berhasil. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya belajar dan mencari contoh praktik pertanian yang dapat diterapkan di Desa Tenawahang.
Dalam kegiatan tersebut, para petani mengamati berbagai jenis tanaman sayuran yang dibudidayakan di lahan pertanian Watowiti. Mereka juga berdiskusi dengan petani setempat mengenai teknik budidaya, pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga strategi pemasaran hasil panen.
Kunjungan lapangan berlangsung dalam suasana penuh antusias. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengetahuan langsung dari pelaku usaha tani yang telah berpengalaman mengembangkan komoditas sayuran sebagai sumber pendapatan keluarga.
Salah seorang peserta mengatakan bahwa kunjungan ini memberikan banyak pelajaran baru yang dapat menjadi referensi untuk pengembangan pertanian di Desa Tenawahang.
Kami ingin melihat secara langsung bagaimana petani di sini mengelola usaha taninya. Banyak hal yang bisa kami pelajari dan mungkin dapat diterapkan di desa kami sebagai usaha tambahan selain tanaman pangan yang selama ini diusahakan, ujarnya.
Lahan pertanian di Watowiti diketahui menghasilkan berbagai jenis sayuran yang dipasarkan ke sejumlah wilayah sekitar. Keberhasilan tersebut menarik perhatian para petani Tenawahang yang selama ini lebih banyak mengembangkan tanaman pangan seperti jagung dan padi.
Selain mempelajari teknik budidaya, para peserta juga memperoleh informasi mengenai pemanfaatan sumber air, penggunaan pupuk, pengendalian hama, serta pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Berbagai pengalaman yang dibagikan oleh petani setempat menjadi bahan diskusi yang bermanfaat bagi para pengunjung.
Tokoh pertanian yang mendampingi kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif karena petani dapat melihat langsung praktik yang berhasil diterapkan di lapangan.
Melalui kegiatan seperti ini, petani tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melihat contoh nyata yang bisa menjadi inspirasi untuk dikembangkan di daerah masing-masing, katanya.
Para petani berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan percontohan dalam pengembangan usaha hortikultura di Desa Tenawahang. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, mereka optimistis budidaya sayuran dapat menjadi salah satu alternatif usaha yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kegiatan studi lapangan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpetani dari desa yang berbeda sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan sektor pertanian. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Melalui kunjungan ke usahatani sayur di Watowiti, para petani Desa Tenawahang memperoleh wawasan baru mengenai potensi pengembangan komoditas hortikultura. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Foto:  Cendana Open
Foto:  Cendana Open

Foto:  Cendana Open
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar